Memahami Kapasitas Bucket dan Daya Angkat Excavator

Kapasitas bucket adalah volume material yang dapat ditampung oleh mangkuk excavator dalam satu kali pengisian.

ALAT BERAT BEKASIREPARASI ALAT BERATJASA KONSTRUKSI FONDASI BANGUNANJUAL ALAT BERAT BEKASIRENOVASI&REKONSTRUKSISEWA ALAT BERAT BEKASI

JCP Admin

11/22/20252 min read

Memahami Kapasitas Bucket Excavator

Pengertian Dasar

Kapasitas bucket adalah volume material yang dapat ditampung oleh mangkuk excavator dalam satu kali pengisian. Kapasitas ini tidak sama dengan volume penuh bucket, melainkan volume material yang dapat diangkut secara praktis tanpa tumpah.

Jenis-Jenis Kapasitas Bucket

1. Kapasitas Heaped (Cembung)

  • Volume material dengan kemiringan alami di atas bibir bucket

  • Diukur dengan asumsi material membentuk sudut 1:1 atau 2:1

  • Merupakan kapasitas maksimum yang bisa diangkut

  • Rumus: Volume bucket + volume material di atas bibir bucket

2. Kapasitas Struck (Rata)

  • Volume material yang sejajar dengan bibir bucket

  • Tidak termasuk material yang menumpuk di atasnya

  • Digunakan untuk material yang tidak bisa ditumpuk atau mudah tumpah

3. Kapasitas SAE (Standar)

  • Mengikuti standar Society of Automotive Engineers

  • Menggunakan faktor pengisian tertentu

  • Menjadi acuan universal untuk perbandingan antar merek

Faktor yang Mempengaruhi Kapasitas Efektif

1. Faktor Pengisian (Fill Factor)

  • Material ringan (pasir kering): 100-110%

  • Material berat (tanah liat): 80-95%

  • Batuan pecah: 75-90%

  • Material basah: 95-105%

2. Faktor Efisiensi Operasi

  • Kemampuan operator

  • Kondisi medan kerja

  • Teknik loading yang digunakan

  • Waktu siklus penggalian

3. Jenis Material

  • Density material mempengaruhi berat total

  • Angle of repose (sudut istirahat material)

  • Kohesivitas dan kekerasan material

Contoh Perhitungan Praktis

Untuk excavator 20 ton dengan bucket heaped 1.2 m³:

  • Pasir basah (density 1.8 ton/m³): 1.2 × 1.8 = 2.16 ton per siklus

  • Tanah liat (density 2.1 ton/m³): 1.2 × 2.1 = 2.52 ton per siklus

  • Batuan pecah (density 2.6 ton/m³): 1.2 × 0.85 × 2.6 = 2.65 ton per siklus

Memahami Daya Angkat Excavator

Pengertian Daya Angkat

Daya angkat adalah kemampuan maksimum excavator untuk mengangkat beban tanpa kehilangan stabilitas. Daya angkat ini sangat bergantung pada konfigurasi dan posisi kerja.

Parameter yang Mempengaruhi Daya Angkat

1. Jangkauan (Radius)

  • Semakin jauh jangkauan, semakin kecil daya angkat

  • Daya angkat terbesar pada radius terkecil

  • Contoh: Excavator 20 ton bisa mengangkat 5 ton pada radius 5m, tapi hanya 2 ton pada radius 10m

2. Tinggi Angkat

  • Daya angkat berkurang seiring dengan ketinggian angkat

  • Pengaruh momen gaya dan stabilitas

3. Posisi Attachment

  • Sudut boom dan arm yang berbeda memberikan daya angkat berbeda

  • Konfigurasi standard boom vs long reach boom

4. Kondisi Stabilizer

  • Penggunaan outrigger/stabilizer meningkatkan daya angkat

  • Daya angkat tanpa stabilizer hanya 60-70% dari kapasitas maksimal

Zona Daya Angkat

1. Zona Optimal (Green Zone)

  • Radius pendek, ketinggian rendah

  • Daya angkat 85-100% dari kapasitas maksimum

  • Aman untuk operasi rutin

2. Zona Perhatian (Yellow Zone)

  • Radius menengah, ketinggian sedang

  • Daya angkat 60-85% dari kapasitas maksimum

  • Memerlukan perhatian ekstra operator

3. Zona Bahaya (Red Zone)

  • Radius panjang, ketinggian maksimum

  • Daya angkat di bawah 60% kapasitas maksimum

  • Risiko tipping/terbalik tinggi

Faktor Keamanan dan Stabilitas

1. Center of Gravity

  • Posisi titik berat beban terhadap center of gravity excavator

  • Batas safe working load biasanya 75% dari tipping load

2. Kondisi Permukaan

  • Permukaan keras: daya angkat maksimal

  • Permukaan lunak: daya angkat berkurang 20-40%

  • Kemiringan medan: pengaruh signifikan pada stabilitas

3. Kecepatan Operasi

  • Angkat secara halus dan bertahap

  • Hindari swing dengan beban maksimum

  • Gunakan kecepatan rendah untuk beban berat

Hubungan Antara Kapasitas Bucket dan Daya Angkat

Pemilihan Bucket yang Tepat

Bucket harus dipilih berdasarkan:

  1. Density material target

  2. Daya angkat pada radius kerja

  3. Kapasitas hidraulik sistem

Rumus Praktis

Bucket Capacity (m³) = Safe Lifting Capacity (ton) ÷ Material Density (ton/m³) × Safety Factor

Safety factor biasanya 0.7-0.8 untuk mengantisipasi dynamic load dan kondisi tak terduga.

Contoh Aplikasi

Excavator 30 ton dengan daya angkat 5 ton pada radius 8m:

  • Untuk material tanah (density 1.8 ton/m³):
    5 ÷ 1.8 × 0.8 = 2.22 m³ bucket maksimum

  • Untuk material batuan (density 2.6 ton/m³):
    5 ÷ 2.6 × 0.8 = 1.54 m³ bucket maksimum

Tips Operasional

Untuk Efisiensi Maksimal:

  1. Pilih bucket size sesuai density material

  2. Operasikan dalam zona daya angkat optimal

  3. Pertahankan kecepatan siklus yang konsisten

  4. Lakukan perhitungan beban sebelum mengangkat material berat

Untuk Keselamatan:

  1. Selalu gunakan load chart sebagai acuan

  2. Perhitungkan kondisi medan dan permukaan

  3. Gunakan attachment yang sesuai

  4. Lakukan inspeksi visual sebelum mengangkat beban maksimum

Dengan memahami hubungan antara kapasitas bucket dan daya angkat, operator dapat mengoptimalkan produktivitas sekaligus menjaga keselamatan operasi. Pemilihan configuration yang tepat akan menghasilkan efisiensi biaya dan waktu yang signifikan dalam proyek konstruksi.


CV. Jaya Cipta Persada

Solusi Terpercaya Rental, Jual-Beli Alat Berat di JABODETABEK dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Siap Mendukung Setiap Proyek Anda.